About Endang Suryana

Tak Ada Orang yang Terlalu Tua Untuk Belajar (Holbrook Jackson) Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh akan mengerjakannya tiga hari kemudian. (Abdullah Ibnu Mubarak)

Winner

Tugas Kita Adalah Berikhtiar.

Ketika orang lain berbicara sejuta basa, tetaplah anda bekerja. Cangkullah sawah itu dan taburi dengan benih. Ketika orang lain berdiam tak tahu harus berkata apa. teruskan kerja anda. Siangi dan airi putik-putik yang baru bertunas itu. Ketika orang lain saling tuding saling hunus, bekerjalah dalam istirahat anda. Senandungkan seranai pengundang angin dan gerimis. Ketika orang lain terlelap pada tidur nyenyak mereka, jangan putuskan kerja anda. Bekerjalah dengan doa dan harapan; “Semoga ikhtiar ini menjadi kebaikan bagi segenap semesta.” Maka, ketika orang lain tergugah dari peraduannya, ajaklah mereka untuk mengangkat sabit memungut panen yang telah masak. Bila mereka tak jua berkenan, jangan kecil hati. Terus dan tetaplah bekerja. Bekerja, karena itulah yang semestinya kita kerjakan.

Apa pun yang terjadi di muka bumi, sang mentari tak berhenti sedetik pun dari kerja; mengipasi tungku pembakaran raksasanya: menebarkan kehangatan ke seluruh galaksi. Maka. tak ada alasan yang lebih baik untuk keberadaan kita di sini, selain bekerja, mengubah energi hangat matari menjadi kebaikan semesta.
***************************************************************
Tahukah Anda.
Penulis terkenal, John Grisham – ‘The Firm”, ‘The Client”, “Pelican Brief – mulai menulis buku pertamanya pada sebuah buku notes kecil yang selalu dibawanya kemana saja. Buku itu dikerjakannya satu atau dua halaman sehari. Namun akhirnya, demi menyelesaikan bukunya, John Grisham rela melepaskan pekerjaannya di bidang hukum. “Saya meneruskan menulis buku itu sekalipun saat menderita flu, saat bertamasya, dan kerap kehilangan waktu tidur. Walau begitu, kerja keras John Grisham tidak cuma pada saat menulis. Saat buku pertamanya selesai, buku itu dikirimkannya kepada beberapa penerbit untuk dipublikasikan Anda tahu berapa kali buku pertamanya itu ditolak? Dua puluh lima kali.
***************************************************************

Kata Bijak Hari Ini.
Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka
yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya,
dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak
pernah memikirkannya.
(John Charles Salak)
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

diambil dari berbagai sumber (anonymous)

Menyampaikan Ucapan

cropped-icmatas.png

Kepada Miss U Honey yang “bawel-bawel menggemaskan namun menawan” dan Leader-Instructure kita Pak UR yang dengan segala ketulusan dan kesabarannya telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan pelatihan iCM  batch-2 ini. Tuntas sudah terbayar lunas “perjuangan” menyelesaikan pelatihan ini dan Alhamdulillah akhirnya saya berhasil mendapat nilai A+

Silakan ketuk/klik linknya 

Grade iCM

Kembali ke SKUP saya

Presentasi iCM


cropped-icmatas.png

PRESENTATION

Jumat, 10 April 2015. Hari ini merupakan hari pembabakan akhir dari pelatihan iCM bagi peserta yang telah siap untuk maju presentasi, ditengah-tengah kesibukan dan rutinitas tugas keseharian, akhirnya disepakati presentasi untuk peserta pelatihan berikutnya yaitu Pak Gunawan dan saya dijadwalkan hari Jumat, 10 April 2015 mulai pukul 13.00 di ruang Pak UR. Ini merupakan presentasi kedua setelah sebelumnya diawali oleh peserta iCM lainnya yaitu Ai (Qurotul Aini) yang telah presentasi lebih duluan……….Saluuuut buat Ai yang telah “terbang” tinggi dan lebih tinggi lagi

Tiga bulan sungguh tidak terasa menjalani proses pelatihan ini, rasanya tidak ada waktu yang “terbuang” percuma selama itu. Seluruh waktu dimanfaatkan dan bermanfaat bagi pengembangan hard skill and soft skill individu peserta. Dari awal peserta diberikan “kebebasan” untuk berproses mengikuti dinamikanya pelatihan semua berjalan tanpa merasa tertekan atau terbebani oleh tugas-tugas yang harus dikerjakan, walaupun kita tahu bahwa peserta pelatihan ini semua mempunyai pekerjaan dan tugas rutin di bidangnya masing-masing-namun semua dijalankan dengan fun, enjoy, happy. Itulah “dahsyat” nya pelatihan ini. Seluruh peserta berbaur dalam satu semangat, semangat memberi dan berbagi pengalaman, pengetahuan, ilmu dan lainnya untuk kebaikan semata. Tidak ada kata sulit, tidak ada istilah “bete”, tidak ada ungkapan negatif lainnya semua auranya yang keluar adalah aura positif semata.

Tibalah saatnya saya presentasi setelah terlebih dahulu Pak Gun menyampaikan paparannya, saya jadi teringat satu tulisan yang dikirimkan oleh Pak UR setelah presentasi ini dilakukan, sharing yang sangat menarik dari Pak UR bisa dibaca disini, yaitu tentang budaya dan filosofi kerja bangsa Jepang. Saya mencoba menerjemahkan filosofi kerja bangsa Jepang ini yang dikenal dengan HORENSO (HOUKOKU, RENRAKU dan SOUDAN)  sebagai Report, Contact/Information, dan Consult atau dalam istilah manajemen, filosofi ini merupakan ruhnya  Process Oriented. Tanpa kita bermaksud memperdebatkan atau mempolarisasi Process Oriented dengan Result Oriented dunia manajemen (kerja) mengakui Process Oriented dengan ruhnya HORENSO ini banyak diadopsi oleh dunia kerja “Orang Barat” yang sudah terbiasa dengan Result Oriented nya.

Dengan demikian banyak kesamaan pandangan antara proses pelatihan iCM yang diselenggarakan ini dengan filosofinya HORENSO, jauh-jauh hari sebelum pelatihan ini dimulai dan juga sebelum Pak UR sharing mengenai filosofi HORENSO mengatakan “biarlah pelatihan ini berproses sebagaimana mestinya dan mengikuti dinamikanya sebuah pelatihan” (note : dikutip dari milis Pak UR ke Miss Honey dan iCMers). Kini kita mendapat pemahaman bahwa arti sebuah proses demikian bermakna nya bagi hidup dan kehidupan ini, walau disatu sisi kita pun tidak terlepas dari pengaruh “ujung-ujungnya adalah hasil” (asal jangan sampai menghalalkan segala macam cara saja) he…….he…….he.

Presentasi iCM yang (akan) dijalankan oleh peserta pelatihan ini merupakan pengejawantahan dari HORENSO (HOUKOKU, RENRAKU dan SOUDAN). Tidak ada alasan untuk menyangkal bahwa bentuk presentasi ini merupakan bagian Report, Contact/Information, dan Consult dari pelatihan yang sedang berjalan ini. Betapa “dahsyat” nya arti sebuah presentasi ini dapat mencakup ketiga unsur tersebut. Presentasi menjadi sebuah Report (laporan) dari suatu rangkaian menjalankan proses. Presentasi sebagai ajang berbagi informasi dan berinteraksi antar peserta pelatihan. Dan presentasi menjadikan presenter dan audience dapat berbagi pandangan, berbagi pendapat dan berbagi bermacam hal yang positif bagi kebaikan dan kebersamaan.

So………rasanya sebelum saya mengakhiri tulisan ini. Wabilkhusus kepada rekan/sejawat teman seperjuangan dalam pelatihan, saya mengajak…………mari kita ber HORENSO, tidak ada alasan untuk menunda-nunda presentasi (bagi yang sudah siap)

Ini slide presentasi saya

Dan ini tayangan videonya yang dibuat oleh Ai

PS : terima kasih buat Ai yang sudah membuat saya menjadi “Pemeran Utama” dalam tayangan videonya dan sudah di YouTube kan……………rasa-rasanya……fly me to the moon………he…..he…..he.

Kumpulan

Kumpulan SKUP versi iMe Class UL102C-E dapat dilihat

DISINI

Mahasiswa iLearning UL102C dan UL102E

Mata Kuliah Kebudayaan Indonesia

 

NomorNama MahasiswaNomorNama Mahasiswa
1Siti Shelatul Aulia21Aldy.R
2Lukmanul Hakim22Panji Gumelar
3Anis K Anisa23Yogie.B Saputra
4Dinny K Hermawan24Irfan Yafi
5Andhika R Kurniawan25Angga W
6Fella M Putri26Antonio Febrianto
7Dimas S Pratama27Fahmi
8Rizki Aulia R28Fahri Ardiansyah
9Ayu Suciani29Fand S
10Futri Yuniati Aulia30Prayudha
11Adang Arif Runadi31
12Alvin Adhitya32
13Arsa Nugraha33
14Chris Syahnaz34
15Muhamad Lutfi35
16Titto R Setiawan36
17Wahyu Dwi S37
18Wesly F .H38
19Yunita K Sari39
20Mutia40

Laporan Proses Mengikuti Pelatihan iCM2

D'icm2

Ini adalah CerMi rangkaian proses saya mengikuti pelatihan iCM gelombang kedua yang sudah berjalan sejak tanggal 31 Januari 2015 dan akan berakhir pada 31 Mei 2015.

Tahap I Pelatihan

30 Januari 2015 Setelah registrasi, peserta menerima undangan melalui email (RINFO) untuk masuk kelas pelatihan dengan Access code: IHDY-CPVK. Selanjutnya peserta menerima konfirmasi bergabung dalam site ‘iLearning Certified Master’ dengan diberikan peran sebagai “AUTHOR”

Sampai tahapan ini proses registrasi, bergabung masuk kelas iCM2 dan menjadi AUTHOR telah selesai dikerjakan tuntas (hasilnya dapat dilihat disini)

31 Januari 2015 Membuka site iCM2 ada penjelasan dan instruksi yang harus dikerjakan oleh peserta antara lain

  1. Terdapat minimal 10 mahasiswa didalam SKUP yang kita buat, berikut penjelasan tentang SKUP dan Apendiks nya DISINI. Selanjutnya saya sudah (atau baru akan kali yah?) memiliki lebih dari 10 mahasiswa yang masuk dalam SKUP saya, bisa dilihat DISINI dan DISINI
  2. Terdapat link dan gambar didalam SKUP setiap mahasiswa, contoh bisa dilihat DISINI.
  3. Dokumentasikan kumpulan SKUP setiap mahasiswa didalam satu post iMe, contoh bisa dilihat DISINI  (catatan : Ada 20 SKUP mahasiswa yang ditampilkan dalam grup ini), contoh SKUP lainnya punya iCMers yang lain DISINI.
  4. Buat laporan dalam bentuk cermi yang menggambarkan proses, hasil serta manfaat dari SKUP ini. (CerMi nya yang sedang bapak dan ibu baca sekarang ini……..he……he….he)
  5. Melakukan presentasi tentang hasil dari pelatihan ini. (Presentasinya setelah Ai aja ah, lebih bagus lagi nanti rame-rame aja kali yah)

———————————————————————————————————-

Sampai disini dulu……………nanti tak sambung lagi ya, siputnya mau cari makan dulu

———————————————————————————————————-

Continue reading

CerMi Episode 2 iCM2

D'icm2

Rabu, 11 Februari 2015 pukul 13.00 hari pertama saya ngampuh kelas iLearning  mata kuliah Kebudayaan Indonesia. Dengan iMe Class yang telah dimasukkan ke iDu satu hari sebelumnya, hasil jerih payah iDu Class saya akan diuji cobakan hari ini. Untuk dosen iLearning “pemula” kondisi ini menjadi tantangan bagi saya menghadapi kelas dengan 50 mahasiswa yang notabene “pemula” pula (angkatan 2014-2015). Minjam istilah Miss Hani masih “hijau” yang satu hijaunya hijau muda untuk mahasiswanya sementara dosennya hijau tuaaaee………he….he….he. Sesi pertama diisi dengan pengenalan mata kuliah dan tentunya “promosi” hot issue yang tengah kita jalankan yaitu SKUP. Dengan bahasa yang sederhana saya mencoba mentransferkan pemahaman dan pengertian tentang SKUP ini tentunya dengan rumus yang pernah saya tulis yaitu 5W+1H nya SKUP.

Alhamdulillah respon mahasiswa atas SKUP ini positif, walaupun saya faham dalam proses belajar mengajar (pbm) iLearning mereka pun relatif masih baru, namun saya tidak under estimate dan pada saatnya nanti mereka akan saya giring untuk lebih dalam lagi memahami dan menjalankan pbm iLearning by SKUP. “Sounding” pertama perihal SKUP telah dilakukan, selanjutnya tinggal mengajak mereka yang pertama adalah memiliki kemamuan dan kemampuan membuat dan menulis posting di site iMe nya masing-masing. (masih sedikit dari sekian jumlah mahasiswa yang memiliki personal iMe)

Kamis. 12 Januari pukul 14.40 kembali masuk kelas iLearning dengan mk sama dikelas berbeda. Wauuuuw kembali terkejut…kejut, saya mendapat kurang lebih 50 mahasiswa masih “hijau muda” lagi. Sekali lagi saya bersyukur dan good news nya adalah saya memiliki 100 mahasiswa untuk saya ajak berkolaborasi dan menjadi “potential downline” he…….he…..he…..untuk memenuhi target minimal 10 follower agar bisa lolos-lulus iCM2. Selama dua atau tiga pertemuan kedepan segala daya upaya harus dikerahkan nih……… agar mereka siap untuk di undang masuk ke SKUP saya. Long….long live iLearning……..he…he…he

Jumat, 13 Februari 2015. Dua minggu telah berlalu sejak dimulainya pelatihan iCM gelombang 2 ini berjalan, ditengah kesibukan rutin peserta pelatihan menjalani tugas/pekerjaan, disadari atau tidak baru menginjak minggu kedua saja pelatihan ini sudah banyak progres maupun perubahan (sikap) positif yang dihasilkan dan dirasakan oleh masing-masing individu, yang begitu terasa dan kental nuansanya adalah betapa peserta pelatihan telah dipersatukan oleh yang namanya keinginan untuk memberikan kontribusi terbaiknya, saling memberi, saling berbagi, semua menyatu dalam satu kata yaitu semangat………sekali lagi semangat, semangat untuk memberi dan berbagi pengalaman, kemampuan dan banyak hal demi  mencapai hasil yang lebih baik. Tidak ada kendala, tidak ada kesulitan, tidak ada problem dalam menjalani  proses pelatihan ini yang tidak dapat diselesaikan dan dicarikan solusinya, semua lebur berbaur menyatu saling membantu……so……We can solve any problem.

Dibanding dengan kondisi pelatihan yang “konvensional” mungkin saja nuansa dan perubahan-perubahan yang dialami oleh masing-masing-masing individu tidak akan “sedahsyat” seperti yang dirasakan atau diperoleh dari pelatihan iCM ini. Jujur saya harus katakan setelah sekian lama pernah berkecimpung di dunia pelatihan baik sebagai partisipan maupun fasilitator, pendapat saya bahwa wahana pelatihan iCM ini bagi para pesertanya telah menjadi Best Teacher for Great Sustainable Experience.

images (1)

Hari Jumat, 13 Februari 2015 pukul 15.00 saya duduk berhadapan di meja yang sama bersama seorang peserta pelatihan untuk menimba ilmu dan berdiskusi mengurai problem yang sedang saya hadapi berkaitan dengan assignment iCM. Note: Untuk Khanna terima kasih atas waktu dan ilmunya yang telah diberikan sehingga saya “terbebas dari kebodohan”. Saya menyadari inilah titik lemah yang paling krusial yang harus saya hadapi yaitu berkaitan dengan masalah teknis membuat tampilan iMe Class menjadi lebih  “enak” dilihat mudah diakses dalam satu page, agar tidak seperti tampilan iMe Class sebelumnya. Pemikiran saya simpel-simpel saja jika saya menginginkan sesuatu, maka saya harus tahu dan terlibat minimal dalam proses mendapatkannya sebelum benar-benar memilikinya. Pasti banyak cara mendapatkan “kemudahan” untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan…….tapi prinsip saya ….. its not a gift but its an achievement. 

Dan kini saatnya saya ingin memberi dan berbagi…………………..namun sekali lagi dengan segala keterbatasan ilmu/skill/teknik dibidang ITC yang masih sangat-sangat minim ini, saya berbagi sesuai dengan kemampuan yang saya miliki dengan paling tidak berbagi pengalaman dan berbagi pertanyaan-pertanyaan perihal apa saja yang belum saya ketahui dan belum dapat saya kerjakan. We can share ideas and give what we know for the benefit of all participants and ……..for a while only with this CerMi I can share and give to all.

CerMi ini ditulis dan dipublish hari Sabtu 14 Februari 2015 menjelang magrib setelah mengobrak-ngabrik SKUP saya hasil belajar bersama Khanna hari Jumat sebelumnya. Thank’s again to Khanna.

Have nice week end……….classmate 

 

CerMi iCM2

CG358A

Ini merupakan CerMi perdana yang saya tulis dalam rangka mengikuti program Training iCM angkatan ke 2, setelah kurang lebih satu tahun sejak saya dinyatakan lulus program pelatihan iCP angkatan ke 5. Berawal dari sharing-diskusi tanggal 03 Nopember 2014 hari Senin bersama Pak UR diruang kerjanya ada Mbak Ai, Susan (sebetulnya banyak yang diundang hadir seperti Pak Agus, Pak Dendy Jonas dan member iCP6) tapi kebetulan saya lebih awal datang, beliau mengatakan akan kembali membuka pelatihan lanjutan bagi lulusan iCP untuk diajak kembali masuk “Kawah Candradimuka” menjalani program pelatihan lanjutan yaitu iCM (Ilearning Certified Master) angkatan ke 2. Tanpa berlama-lama saya nyatakan siap untuk ikut ambil bagian dari pelatihan tersebut.

Bulan Desember 2014 saya menerima undangan lewat email untuk registrasi/mengisi formulir yang disediakan dan submit, selanjutnya resmilah saya terdaftar sebagai peserta pelatihan iCM angkatan ke 2 ini. Lepas itu semua kita kembali disibukan dengan tugas rutin sehari-hari. Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan, dengan tidak terasa bulan Desember 2014 telah berlalu dan berganti ketahun 2015.

Masuk tahun 2015 Januari tanggal 28 ada undangan pertemuan perdana pelatihan iCM bersama Pak UR diruang beliau, tadinya saya sudah confirm mau hadir, sayangnya pada waktunya dikarenakan ada sesuatu hal yang tidak dapat saya tinggalkan, dengan menyesal saya tidak dapat hadir mengikuti pertemuan tersebut. (sampai disini saya keep in touch dengan kolega untuk update informasi).

images-1

Get Ready for iCM2, gong telah dibunyikan tanda start pelatihan resmi dimulai, muncul pertanyaan…..Where do I began?…..Where do I start?………masih gelap ah! Mungkin menyimak SIKON dahulu lebih baik deh begitu pikiran saat itu.

30 Januari buka email milis waaaauw sudah banyak sekali email respon masuk dari iCMers, semua member pada minta sesuatu ke instruktur (Pak UR, selanjutnya di hand over ke Miss Hani) ada catatan khusus buat Miss Hani rupanya sudah punya gelar baru lagi yah yaitu Bu Madu, konon katanya ini sudah dipatenkan ya Miss. Gelar ini dipersembahkan oleh Pak Dendy Jonas dan diberkahi oleh Pak Jun (he….he….he).

30 Januari 16:45 ikutan minta sesuatu ke Bu Madu………. eh lupa ke Miss Hani gitu loh yaitu minta untuk jadi Author icm.ilearing.me sebagai kunci pembuka masuk pelatihan. Satu jam dua jam dan….. dan….. dan seterusnya menunggu, sementara email berdering terus semua isinya sudah done, sudah done authornya, tapi kok request saya belum juga ada konfirmasinya, walah……..walah sementara orang yang lebih belakangan antriannya dari saya sudah di “done” kan saya yang lebih dulu dari yang lain belum juga “done” ini membuat saya benar-benar jadi “down” jangan-jangan saya bukan di “done” kan tapi justru di “down” kan nih oleh Bu Madu ini …..hiiiii….hiiiii…….hiiiii.

31 Januari saya kirim ulang request saya sambil “menghiba-hiba” begitu kira-kira Miss kalau mintanya sambil bertatap muka sih. Alhamdulillah akhirnya request saya jadi juga “done” setelah terpending cukup lama yang membuat thermoiLearning saya meredup sesaat. Begitu dinyatakan “done”, bara thermoiLearning saya kembali berkobar. (Special thank’s for Miss Honey……I know you are very-very busy that times).

Langsung posting di icm.ilearning.me, inilah postingan pertama saya, tidak banyak yang ditulis sekedar mengenalkan diri dan membuat beberapa link yang harus ada disitu. Agak “ngiri” juga setelah melihat postingan iCMers lain seperti punya Pak Jun, Pak Agus, Bu Euis, Bu Dedeh, tampilannya kece-kece semua pada pakai table. Mula-mula saya pikir table itu difasilitasi oleh admin, muncul lagi tuh “negative thinking” saya kok postingan saya tidak difasilitasi yah! Curang lagi nih admin heh…he….he….(Miss Hani). Penasaran juga saya kirim email minta pencerahan ke Miss Hani, Pak Agus, Pak Jun dan iCMers lainnya, langsung direspon oleh Miss dan Pak Agus bahwa table itu dibuat oleh masing-masing peserta…….ooooh begitu toh? Penasaran lagi muncul kalau orang lain bisa buat table kenapa saya nggak bisa? Dikasih tahu oleh Miss caranya yaitu ada di iRan.raharja.info.Tancap langsung iPad menuju sasaran masuk iRan.raharja.info, nyari-nyari dan nyari cara membuat table akhirnya ketemu juga “rahasia” cara membuatnya semua lengkap ada petunjuk/arahannya. (ikuti saja petunjuk yang ada disana) akhirnya saya berhasil membuat table yang rrrrrruaaaar biasa table saya beda dengan yang lainnya lho (boleh dilihat donk disini). Tuntas sudah rasa kepenasaran saya terbayar lunas. Thank’s again to Miss Hani, Pak Agus.

01 Februari 2015, Minggu kelabu hujan terus walau rintik-rintik kadang deras juga serba salah nih mau keluar untuk berleha-leha rasa-rasanya males juga (malesnya ngeluarin kendaraan dan udahnya harus nyuci lagi sebenarnya sih) dirumah nongkrongin email terus nyimak Pak Jun dan Miss Hani ber tik-tak ria asyik juga sih, saya nikmati saja tanpa ikutan nimbrung. Mengisi waktu kutak-katik bahan ajar sebelumnya untuk diupdate buat ancang-ancang SKUP mengingat belum tahu mata kuliah apa yang diampuh nanti pada semester genap yad ini, karena belum ada informasinya saya coba update/revisi bahan ajar/silabus/SAP mata kuliah yang pernah saya ampuh. Akhirnya mata tidak lagi bisa diajak kompromi disamping faktor “U” juga kali yah dan saya harus “sadar” diri he….he……he, saya tutup aja iPad nya ya! Dan …………..

Saya akhiri dulu CerMi perdana ini dengan mengutip kata-kata bijak dari beberapa sumber, mudah-mudahan dapat menginspirasi dan menebarkan “virus” SKUP minded.

Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh akan mengerjakannya tiga hari kemudian. (Abdullah Ibnu Mubarak)

Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala anda membantu orang lain. Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan itu bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi. (J. Donald Walters)